Selasa, 11 Desember 2012

Interview Bersama Jang Woo Cheol : Musim Semi Dong Youngbae


Bulan Juli kemarin, kami memposting tweet milik editor GQ, Jang Woo Cheol, yang mengatakan bahwa ia telah berbinca-bincang selama 4 jam dengan Taeyang, dimana dia akan memperkenalkan buka terbarunya, ‘Here and There’. Berikut terjemahan dari interview tersebut. Kami akan memposting interview tersebut dalam 4 atau 5 part karena cukup panjang.
Penulis adalah editor senior dari GQ Korea yang terkenal dengan keunikan kemampuan menulis dan fotografinya. Gaya tulisnya terasa ambigu dan puitis, jadi ada beberapa bagian yang mungkin diterjemahkan sedikit berbeda dari apa yang dimaksud olehnya. (English translator : Tapi aku mencoba untuk menyesapi sebaik mungkin apa yang terjadi selama interview berlangsung)
 
Musim Semi Dong Youngbae.
Lahir tahun 1988. Juga biasa dipanggil Taeyang.

Kau memakai topi. Sebenarnya aku membayangkan bahwa kau akan datang ke sini sambil mengenakan topi.
Ya, kemarin aku bekerja hingga larut malam, kemudian memilih untuk berlatih menari lebih dulu dibandingkan tidur, dan langsung datang kemari begitu aku bangun.
Apakah musim semi telah tiba?
(Diam) Untukku, musim semi telah datang. Benar-benar di sini.
Apakah kau ingin aku mempersiapkan kamera? Kudengar akhir-akhir ini kau menolak berbicara jika tidak ada seorang pun yang merekammu.
Aku? Siapa yang bilang?

Aku. Kau tampak lebih ceria, bahkan di acara variety show sekalipun, tidak seperti sebelumnya. Apa kau berhasil mengatasi sesuatu?
Um, sebenarnya aku merasa tidak terganggu. Tidak ada sesuatu yang menggangguku.
Jadi musim semi datang padamu dengan suatu cara? Bagaimana musim semi itu datang?
Ah, bagaimana aku harus mengatakannya? Meski aku masih muda, ada sesuatu yang terasa agak berbeda setelah aku berusia 25 tahun. Segalanya terasa berbeda. Ngomong-ngomong, bukankah kita berencana melakukan interview ini di sisi sungai?
Ah, rupanya kita membicarakan tentang Sungai Han sekarang. Aku lupa soal itu.
Saat kau mengangkat topik itu, aku menantikan saat kita melakukannya. Aku suka tempat-tempat indah.
Tempat-tempat yang indah… Kadang-kadang kau bicara seperti orang tua. Kau pernah bilang kalau kau ingin mencintai tanpa mempedulikan hidupmu yang seperti buronan ini. Sepertinya terdengar seperti seorang anak kecil yang dibesarkan neneknya yang selalu bicara soal nyeri sendinya. Apakah aku memperlakukanmu sebagai seorang anak kecil ketika kau baru saja mengumumkan bahwa kau sudah berumur 25 tahun? Seperti apa ibumu?
Dia seperti kebanyakan orang.
Ketika kau memuji seseorang dengan kriteria umum, kupikir tidak ada seorang pun yang bisa kita katakan ‘tidak biasa’, kan?
Dia sangat, sangat, sangat sensitif. Aku mewarisi itu darinya.
Ketika kau masih kecil, kau ikut audisi film, kan?
Dulu ketika aku masih agak kecil. Sungguh… Wajahku menjadi chubby semenjak aku pergi mengikuti pelatihan aktor. Sebelum itu, aku sangat cute.
Apakah itu yang ingin kau lakukan?
Tidak.
Apa kau memaksakan dirimu untuk melakukannya?
Um, seiring aku mengingat hari itu, kupikir aku harus melakukannya. Akan kujelaskan. Bisnis ayahnya berjalan lancar hingga kris IMF melanda. Aku langsung ditipkan di bawah asuhan bibiku. Aku mulai ikut pelatihan aktor karena sepupuku, sepasang adik perempuanku yang kembar, berlatih di sana. Aku masih ingat betapa aku tidak ingin pergi. Hingga sekarang aku paling benci dipaksa melakukan sesuatu. Aku suka memainkan piano dan mendengarkan musik sendirian, tapi kau tahu, ketika ada acara keluarga, para orang tua menyuruh anaknya untuk menyanyi, menari, dan yang lainnya. Mereka melakukannya tanpa memikirkan apa yang anak-anak rasakan…
Seperti dog’s leg dance?
Ya, aku tidak terlalu bisa melakukannya dan aku membencinya. Tidak heran jika aku tidak cocok dengan pelatihan tersebut. Ketika kau pergi ke sana, hal pertama yang harus kau lakukan setiap hari adalah menunjukkan kemampuanmu. Mungkin mereka ingin melihat apakah kau memiliki bakat atau tidak. Tapi aku sangat pemalu, sangat malu, dan berpikir bahwa tidak bagus hanya menghafal naskah dan hanya berakting saja.
Kau lalu ‘berpikir’. Kau bukan Dong Youngbae jika kau berhenti ‘berpikir’.
Benar, aku sudah seperti itu. Lalu aku mendengar bahwa kru MV sedang mencari aktor anak-anak dan mereka berasal dari agensi bernama YG. Aku hanya ikut bersama temanku yang menghadiri audisinya, tapi aku berjanji pada diriku sendiri akan bergabung dengan agensi itu apapun caranya.saat itu aku berumur 13 tahun.
13 tahun. Apa yang kau pikir kau tahu saat itu? Mungkin kau sadar tentang kau yang tidak punya ide sekarang ini?
Di saat aku mengatakan pada ibuku aku akan bergabung dengan YG,aku sudah berpikir bahwa aku akan mengeluarkan segala yang diriku bisa mulai saat itu.
Benarkah?
Aku masih ingat sat aku berpikir bahwa aku harus membuat sebuah keputusan. Dengan sedikit berimajinasi, aku tahu kelihatannya aku tidak akan sukses secara akademis. Tapi sebenarnya aku tidak terlalu buruk di sekolah. Serius, aku tidak bohong. Kupikir aku tidak bodoh.
Para ibu selalu mulai berdebat dengan kalimat ini, “ putra/putriku sebenarnya tidak bodoh, hanya saja… “
Um, pasti aku sangat terkejut jika mendengarnya. Saat-saat ayahku jatuh dalam masa-masa sulit di tiap malam. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, dan itu benar-benar sangat mengejutkan. Aku diberitahu bahwa kami harus pindah ke lingkungan yang lebih kumuh. Kupikir aku harus buru-buru untuk menyelamatkan keluargaku. Akting adalah hal yang mustahil untukku, dan musik adalah favoritku. Kupikir bagaimanapun juga aku harus bergabung dengan YG. Awalnya ibu tidak mengizinkan, tapi akhirnya memperbolehkan jika aku benar-benar menginginkannya., dan jika segalanya berjalan ke arah yang lebih buruk, dia tidak akan terlibat. Dia mengatakan padaku untuk melakukan apapun yang kuinginkan, tapi aku harus berjuang sendiri, jadi kubilang OK.
Haha, kau hanya bilang OK, hah?
Saat itu dengan tegas aku meninggallkan akting dan hal lainnya. Sejujurnya, hal itu membuatku stres. Aku seorang trainee tapi belum memiliki kontrak sementara. Mereka hanya membiarkanku menggunakan ruang latihan dan mengatakan padaku untuk melakukan apa yang kuinginkan jika aku mau. Hanya itu. Jiyong juga bergabung dengan agensi sekitar waktu yang sama, tapi kami berada dalam situasi yang berbeda. Untukku, aku bersikeras untuk bergabung, tapi Jiyong merupakan talenta terpilih dari agensi lain. Aku mengalami masa-masa yang sangat sulit. Kantor agensi yang lama juga berada di sini, si Hapjeong-dong.
Setiap hari, setiap menit, dan detik yang kau  lalui tampaknya terakumulasi dalam dirimu.
Aku masih tinggal di Uijeong-bu, dimana aku pergi ke sekolah dan tentu saja melewati ujian. Aku punya peraturan untuk diriku sendiri bahwa aku tidak boleh berada di bawah peringkat 15 di kelas. Dan aku tidak pernah di bawah peringkat 15. Kenapa kau tertawa?
Haha.
Aku sering membicarakan hal itu. Kupikir saat itu aku gila. Bahkan aku jarang tidur. Bolak-balik antara Uijeong-bu dan Hapjeong-dong, aku pergi tidur sekitar jam 3 atau jam 4 pagi, dan bangun jam 7 pagi. Ah, aku selalu berpikir, jika saja aku tidur dengan cukup saat itu, maka aku akan lebih tinggi, paling tidak…
Ayolah.
Aku hanya menyesali hal itu. Bahkan untuk diriku sendiri, hanya itulah penjelasan yang paling masuk akal.
Ada hal yang disebut motivasi prestasu. Katakanlah, aku ingin diakui seseornag, atau aku akan mendapat kesempatan untuk tampil di panggung secepatnya.
Aku sangat senang karena aku bekerja seperti itu. Sejujurnya, hanya itu. Ibuku selalu menjengukku dari waktu ke waktu. Dia khwatir, aku akan tumbuh seperti apa, curiga apakah aku melakukannya dengan baik. Jadi aku bilang padanya, “ ibu, tujuanku tidak segampang itu, aku tidak akan puas jika hanya menjadi penyanyi yang memperebutkan peringkat pertama di Korea. “
Wow.
Haha. Aku bilang padanya aku lebih puas jika berjuang memperebutkan posisi pertama di chart Billboard, tidak akan puas jika hanya sukses di negara ini. “ Jadi kau tidak perlu datang kesini dan mencemaskanku lagi, “ kataku. Aku masih ingat aku berkata seperti itu.
Lalu apa yang kau impikan?
Ketika aku melihat diriku sebagai seorang penyanyi, aku melihat diriku tampil di depan kerumuman yang memenuhi dome yang luar biasa besar. Kupikir jika aku tampil di tempat seperti itu, berpikir, “ Tentu saja, aku akan berdiri di panggung itu suatu hari nanti. “
Meski kau tidak bisa melakukan dog’s leg dance di depan keluargamu?
Haha. Aku tidak tahu. Itu hal yang benar-benar berbeda. Saat itu aku hanya berlatih me-rap. Saat itu disekelilingku hanya ada rapper-hyung, jadi aku juga mencoba melakukan yang terbaik. Gayanya juga berbeda dengan yang sekarang. Garis batas yang begitu tipis antara rap dan menyanyi kini menjadi tren, tapi rap hanyalah rap. Terus terang, aku tidak bisa bersaing dengan para hyung.
Jadi kau terjebak dengan sesuatu yang tidak bisa kau lakukan dengan baik tapi kau berharap bisa melakukannya dengan baik, mimpimu adalah tampil di panggung yang besar, itu terlalu banyak…
Itu benar. Aku mengalami masa sulit.
Lalu apa yang menyebabkanmu mulai menyanyi alih-alih rap?
Sejujurnya, kupikir aku sangat suka menyanyi semenjak aku masih kecil.
Haha.
Serius/ aku menutup pintu, diam di kamarku hanya untuk mendengar lagu favoritku lagi dan lagi sampai aku bisa mengingatnya. Aku tidak mengingat liriknya, lebih tepatnya kata-katanya, hanya mengingat suara yang kudengar. Aku sangat berkonsentrasi pada bagian rap-nya hingga aku lupa menyanyi untuk sejenak. Sementara itu, ketika aku berumur 15 atau 16 tahun, muncullah adegan RnB. Itulah saat dimana aku memilih untuk menyanyi. Menyanyi juga tidak mudah, karena suaraku telah pecah, tapi mendengar Brian McKnight, Boyz II Menn, dan Stevie Wonder, aku menyadari bahwa aku lebih terhanyut saat mendengarkan nyanyian dibanding rap. Aku tidak pernah berkaca-kaca saat mendengarkan rap, tapi aku menangis saat mendengarkan lagu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar